Opacity dan Blur Effects
Opacity dan blur adalah tools untuk menciptakan kedalaman visual dan hierarki perhatian.
Opacity dalam UI
Opacity mengatur transparansi elemen:
/* Disabled state */
.button-disabled { opacity: 0.5; }
/* Overlay background */
.modal-backdrop { background: rgba(0, 0, 0, 0.5); }
/* Subtle hover effect */
.icon:hover { opacity: 0.7; }
Kegunaan umum:
- Disabled elements — opacity 0.5 menandakan elemen tidak aktif
- Modal backdrop — overlay semi-transparan di belakang modal
- Image overlay — teks di atas gambar dengan overlay gelap
- Hover feedback — opacity berubah saat hover
Backdrop Blur (Glassmorphism)
Effect "frosted glass" yang populer sejak macOS Big Sur:
.glass-card {
background: rgba(255, 255, 255, 0.7);
backdrop-filter: blur(10px);
-webkit-backdrop-filter: blur(10px);
border: 1px solid rgba(255, 255, 255, 0.3);
border-radius: 1rem;
}
Kapan Menggunakan Glassmorphism
Baik:
- Navigation bar yang floating
- Notification popup
- Card overlay di atas konten visual
Hindari:
- Form input (readability terganggu)
- Teks panjang di atas blur (sulit dibaca)
- Mobile heavy —
backdrop-filterbisa berat di device low-end
Tips
- Opacity untuk status — 0.5 disabled, 0.7 hover, 1.0 active
- Blur amount — 8-12px untuk efek glass yang subtle. Terlalu banyak = berat
- Fallback — selalu sediakan fallback solid color untuk browser/device yang tidak support blur
- Test performance — blur bisa berat, terutama di mobile
macOS dan iOS menggunakan blur extensively tapi dengan sangat hati-hati terhadap performance. Windows 11 menggunakan "Mica" material yang lebih ringan.