Creating & Using Icons — UI/UX

Ikon dalam UI — Kecil tapi Penting Ikon membantu user memahami fungsi elemen dengan cepat tanpa membaca teks. Tapi ikon yang buruk justru membingungkan. Aturan

Ikon dalam UI — Kecil tapi Penting

Ikon membantu user memahami fungsi elemen dengan cepat tanpa membaca teks. Tapi ikon yang buruk justru membingungkan.

Aturan Penggunaan Ikon

  1. Ikon + teks lebih baik dari ikon saja — kecuali ikon yang sangat universal (search, close, menu)
  2. Konsisten dalam style — jangan mix ikon outline dan filled dalam satu UI
  3. Ukuran konsisten — biasanya 16px, 20px, atau 24px
  4. Touch target minimum 44x44px — ikon bisa kecil, tapi area tap harus cukup besar

Accessibility untuk Ikon

Ikon dekoratif (di samping teks):

<button>
  <svg aria-hidden="true">...</svg>
  Simpan
</button>

aria-hidden="true" — screen reader skip ikon, baca teksnya saja.

Ikon fungsional (tanpa teks):

<button aria-label="Tutup dialog">
  <svg aria-hidden="true">...</svg>
</button>

aria-label memberikan deskripsi untuk screen reader.

Icon-only tanpa button:

<span role="img" aria-label="Peringatan">⚠️</span>

Library Ikon Populer

Library Style Cocok untuk
Heroicons Outline + Solid Tailwind ecosystem
Lucide Clean outline Modern UI
Phosphor 6 weight variants Versatile
Material Symbols Google style Material Design

Tips

  1. Pilih 1 icon library dan konsisten — jangan mix
  2. SVG > icon font — SVG lebih fleksibel, bisa di-color dan resize
  3. Warna ikon = warna teks — ikon mengikuti warna teks di sekitarnya
  4. Gap antara ikon dan teks — minimal 4-8px

Gojek menggunakan custom icon set yang konsisten di seluruh app — setiap ikon punya style yang sama (filled, rounded corners).

Yang akan kamu pelajari