Gradients dan Modifikasi Warna
Linear Gradient
Gradient yang paling umum digunakan di UI:
/* Subtle gradient untuk background */
.hero {
background: linear-gradient(135deg, #667eea 0%, #764ba2 100%);
}
/* Gradient overlay pada gambar */
.image-overlay {
background: linear-gradient(to bottom,
transparent 0%,
rgba(0,0,0,0.7) 100%
);
}
Kapan Menggunakan Gradient
Baik:
- Hero section background
- Card accent (border atau top bar)
- Button premium/CTA utama
- Overlay pada gambar
Hindari:
- Body text pada gradient background (readability buruk)
- Terlalu banyak gradient dalam satu halaman
- Gradient dengan warna yang "clash" (merah ke hijau)
Color Modification dengan HSL
HSL membuat modifikasi warna sangat mudah:
Tint (lebih terang) — naikkan Lightness:
--blue: hsl(220, 90%, 50%);
--blue-tint: hsl(220, 90%, 80%); /* Lightness naik */
Shade (lebih gelap) — turunkan Lightness:
--blue-shade: hsl(220, 90%, 30%); /* Lightness turun */
Muted (lebih kalem) — turunkan Saturation:
--blue-muted: hsl(220, 30%, 50%); /* Saturation turun */
Tips
- Gradient halus lebih elegan — perbedaan warna kecil sudah cukup
- Gradient angle 135deg atau
to bottom rightterlihat natural - Selalu test readability — teks harus tetap terbaca di atas gradient
Instagram terkenal dengan gradient logo-nya. Spotify menggunakan gradient subtil pada playlist covers.