Density & Scale — UI/UX

Density — Seberapa Padat Informasi? Density progression: spacious layout with few large items, balanced, then compact with many small items.spaciousbalancedcomp

Density — Seberapa Padat Informasi?

<title id="dens-t">Density progression: spacious layout with few large items, balanced, then compact with many small items.</title>spaciousbalancedcompact
Spasi besar = focus, spasi kecil = informasi banyak. Pilih sesuai konteks.

Density mengacu pada seberapa banyak informasi yang ditampilkan dalam ruang tertentu. Ini adalah keputusan desain yang penting dan bergantung pada konteks penggunaan.

High Density vs Low Density

High Density — banyak informasi, spacing compact:

Low Density — sedikit informasi, spacing generous:

Kapan Menggunakan Apa?

Konteks Density Alasan
Dashboard High User butuh overview banyak data sekaligus
Landing page Low User perlu fokus, pesan harus jelas
E-commerce listing Medium Balance antara browsing cepat dan readability
Dokumentasi Medium-Low Readability prioritas, tapi juga efisien

Scale & Visual Weight

Visual weight adalah seberapa "berat" sebuah elemen terlihat. Elemen dengan visual weight besar menarik perhatian lebih:

Faktor yang mempengaruhi visual weight:

  1. Ukuran — elemen besar = lebih berat
  2. Warna — warna gelap/cerah = lebih berat dari pastel/abu-abu
  3. Kontras — elemen dengan kontras tinggi = lebih berat
  4. Posisi — elemen di atas terasa lebih berat (eye scan pattern)

Hierarki melalui Scale

Gunakan perbedaan scale yang cukup signifikan untuk membuat hierarki jelas:

Tips

  1. Tentukan density di awal project — ini mempengaruhi seluruh design system
  2. Konsisten — jangan mix high-density dan low-density tanpa alasan
  3. User context matters — pengguna expert (developer tools) lebih toleran dengan high density daripada pengguna casual

Bandingkan Figma (high-density tool) dengan homepage Apple (low-density marketing) — keduanya bagus, tapi density-nya sangat berbeda sesuai tujuan.

Yang akan kamu pelajari