Alokasi Warna — Mana yang Dominan?
Tidak semua warna punya "jatah" yang sama. Memahami priority warna membantu membuat UI yang seimbang.
The 60-30-10 Rule
Aturan klasik dari interior design yang berlaku di UI:
- 60% — Warna dominan (neutral/background): putih, abu-abu terang
- 30% — Warna sekunder (supporting): abu-abu gelap, warna secondary
- 10% — Warna aksen (accent/brand): hanya untuk elemen penting
Penerapan di UI
┌─────────────────────────────────┐
│ Header (30% - secondary) │
├─────────────────────────────────┤
│ │
│ Content area (60% - dominant) │
│ │
│ [Button] ← 10% accent │
│ │
│ Cards... │
│ │
└─────────────────────────────────┘
Warna Semantik
Selain primary dan neutral, setiap UI butuh warna untuk status:
| Status | Warna | Contoh |
|---|---|---|
| Success | Hijau (#10B981) |
Pembayaran berhasil |
| Warning | Kuning (#F59E0B) |
Stok tinggal sedikit |
| Error | Merah (#EF4444) |
Form validation gagal |
| Info | Biru (#3B82F6) |
Tips, informasi |
Tips
- Kurangi warna aksen — jika semua berwarna-warni, tidak ada yang menonjol
- Gunakan warna semantic secara konsisten — error selalu merah, success selalu hijau
- Satu primary color — jangan gunakan 3 warna "primary" yang berbeda
Vercel dan Linear menggunakan warna yang sangat terbatas — dominan hitam-putih dengan satu warna aksen. Hasilnya: sangat clean dan fokus.