Color Picking Methods — UI/UX

Cara Memilih Warna untuk UI HSL color wheel with 12 hue slices at saturation 70%, lightness 55%.HSLHue wheel: warna berseberangan = komplementer. Warna bertetan

Cara Memilih Warna untuk UI

<title id="colw-t">HSL color wheel with 12 hue slices at saturation 70%, lightness 55%.</title>HSL
Hue wheel: warna berseberangan = komplementer. Warna bertetangga = analog.

Memilih warna yang tepat bukan soal selera — ada metode dan prinsip yang bisa dipelajari.

HSL — Format Warna Terbaik untuk UI

HSL (Hue, Saturation, Lightness) adalah format warna paling intuitif untuk desain:

/* Membuat variasi warna jadi mudah dengan HSL */
:root {
  --blue-50: hsl(220, 90%, 96%);   /* Sangat terang */
  --blue-100: hsl(220, 90%, 90%);
  --blue-500: hsl(220, 90%, 50%);  /* Base */
  --blue-700: hsl(220, 90%, 35%);  /* Gelap */
  --blue-900: hsl(220, 90%, 15%);  /* Sangat gelap */
}

Dengan HSL, kamu hanya perlu mengubah lightness untuk membuat shade dan tint dari satu warna!

Membangun Color Palette

Palette yang baik biasanya terdiri dari:

  1. Primary — warna utama brand (1 warna)
  2. Neutral/Gray — untuk teks, border, background (skala abu-abu)
  3. Accent — warna sekunder, optional (1-2 warna)
  4. Semantic — success (hijau), warning (kuning), error (merah), info (biru)

Tools untuk Memilih Warna

Tips

  1. Mulai dari 1 warna primary, lalu turunkan variasi dari situ
  2. Gunakan palette gray yang warm — pure gray (#808080) terasa dingin dan mati. Tambahkan sedikit warmth
  3. Jangan pilih warna dari color picker sembarangan — gunakan palette yang sudah tested

Tokopedia menggunakan hijau (#03AC0E) sebagai primary, Gojek menggunakan hijau (#00880F). Keduanya memiliki palette yang konsisten.

Yang akan kamu pelajari