Cara Memilih Warna untuk UI
Memilih warna yang tepat bukan soal selera — ada metode dan prinsip yang bisa dipelajari.
HSL — Format Warna Terbaik untuk UI
HSL (Hue, Saturation, Lightness) adalah format warna paling intuitif untuk desain:
- Hue (0-360): warna dasar (merah=0, hijau=120, biru=240)
- Saturation (0-100%): seberapa "hidup" warna (0%=abu-abu, 100%=cerah)
- Lightness (0-100%): seberapa terang (0%=hitam, 50%=normal, 100%=putih)
/* Membuat variasi warna jadi mudah dengan HSL */
:root {
--blue-50: hsl(220, 90%, 96%); /* Sangat terang */
--blue-100: hsl(220, 90%, 90%);
--blue-500: hsl(220, 90%, 50%); /* Base */
--blue-700: hsl(220, 90%, 35%); /* Gelap */
--blue-900: hsl(220, 90%, 15%); /* Sangat gelap */
}
Dengan HSL, kamu hanya perlu mengubah lightness untuk membuat shade dan tint dari satu warna!
Membangun Color Palette
Palette yang baik biasanya terdiri dari:
- Primary — warna utama brand (1 warna)
- Neutral/Gray — untuk teks, border, background (skala abu-abu)
- Accent — warna sekunder, optional (1-2 warna)
- Semantic — success (hijau), warning (kuning), error (merah), info (biru)
Tools untuk Memilih Warna
- Coolors.co — generate palette otomatis
- Tailwind CSS Colors — palette siap pakai yang sudah teruji
- Realtime Colors — preview palette di website mockup
Tips
- Mulai dari 1 warna primary, lalu turunkan variasi dari situ
- Gunakan palette gray yang warm — pure gray (
#808080) terasa dingin dan mati. Tambahkan sedikit warmth - Jangan pilih warna dari color picker sembarangan — gunakan palette yang sudah tested
Tokopedia menggunakan hijau (#03AC0E) sebagai primary, Gojek menggunakan hijau (#00880F). Keduanya memiliki palette yang konsisten.