Cognitive load adalah seberapa banyak kerja otak yang dibutuhkan untuk memakai sebuah halaman: membaca, mengingat, membandingkan, memutuskan. Hick's Law adalah salah satu ukurannya: waktu untuk memilih bertambah seiring jumlah pilihan, tapi bertambahnya pelan. Bayangin warung dengan tiga menu dan rumah makan dengan buku menu dua puluh halaman. Di warung kamu langsung bilang "nasi goreng". Di rumah makan, pelayannya menunggu lama, dan sering kamu akhirnya memesan yang biasa saja.
🧪 Tebakan cepat: Bu Sri ingin menambah pilihan. Sekarang tamu memilih 1 dari 3 kamar. Kalau tiap kamar dijual dengan 4 paket (dengan atau tanpa sarapan, bisa batal atau gak), pilihannya jadi 12. Menurut Hick's Law, waktu memutuskan jadi 4 kali lipat? Jawabannya ada di bagian "Rumus Hick".
Kenapa otak cepat penuh
John Sweller (1988) menyebut beban ini cognitive load. Sebabnya: memori kerja manusia kecil. Nelson Cowan (2001) menyimpulkan orang dewasa cuma bisa memegang sekitar 4 potong informasi sekaligus. Tiap pilihan, label, dan angka yang harus dibaca lalu dibandingkan mengambil tempat di situ.
Di halaman Bu Sri, cara mengurangi beban sudah kamu pelajari satu per satu:
- Konvensi: tombol Pesan terlihat seperti tombol, nama di kiri atas, total di dekat tombol. Gak ada yang perlu dipelajari dulu.
- Default yang masuk akal: "2 malam" dan "2 tamu" sudah terpilih, karena itu yang paling sering.
- Kelompok: harga, malam, dan total berdekatan (gestalt).
- Buang yang gak membantu: banner promo dan lencana di atas tombol Pesan cuma menambah yang harus dibaca.
Rumus Hick
W. E. Hick (1952) menyalakan satu dari beberapa lampu (1 sampai 10) dan meminta orang menekan tombol yang cocok secepat mungkin. Waktu reaksinya naik mengikuti logaritma jumlah lampu:
T = a + b · log₂(n + 1)
- n: jumlah pilihan yang sama mungkinnya.
- log₂(n + 1): berapa "bit" yang harus diputuskan. Hick memakai n + 1 karena orang juga harus memutuskan apakah ada lampu yang menyala sama sekali.
- a dan b: angka yang diukur per orang dan per tugas, bukan konstanta umum. Jadi kita bisa membandingkan bitnya, tapi gak bisa menebak detiknya tanpa mengukur.
Ray Hyman (1953) menunjukkan yang menentukan sebenarnya jumlah informasi: pilihan yang jauh lebih sering dipilih lebih cepat diputuskan. Itu sebabnya default yang masuk akal membantu.
Untuk pilihan kamar Bu Sri:
| Pilihan di halaman | n | log₂(n + 1) |
|---|---|---|
| 3 kamar | 3 | log₂ 4 = 2 bit |
| 3 kamar × 4 paket | 12 | log₂ 13 = 3,70 bit |
| 3 kamar × 4 paket × 2 jenis kasur | 24 | log₂ 25 = 4,64 bit |
Dari 3 ke 12 pilihan, bagian keputusan naik dari 2 jadi 3,70 bit: sekitar 1,85 kali, bukan 4 kali. Dari 12 ke 24, cuma naik sekitar 1 bit. Jadi jawaban tebakannya: gak, bukan 4 kali lipat. Logaritma artinya pilihan dua kali lipat cuma menambah sekitar satu langkah keputusan. Itu jawaban tebakannya.
Kapan rumusnya meleset
Orang di eksperimen Hick sudah hafal lampu mana untuk tombol mana. Tamu Bu Sri belum: dia harus membaca tiap paket dulu, "Dengan sarapan, gak bisa batal, Rp 360.000", lalu membandingkannya. Membaca dan membandingkan bertambah dengan tiap paket yang dibaca, dan itu biasanya makan waktu jauh lebih banyak daripada bagian keputusan di rumus Hick. Di Lab, waktumu sendiri yang diukur: di 12 paket, waktunya sering naik lebih dari 1,85 kali, karena kamu juga membaca.
Jadi Hick's Law memberi arah yang benar (lebih banyak pilihan, lebih lama), tapi biaya terbesarnya sering ada di cognitive load: berapa banyak yang harus dibaca dan diingat.
Apa yang dilakukan grouping
Misalkan 12 paket dipecah jadi dua langkah: pilih kamar (3), lalu pilih paket (4). Menurut rumus Hick: log₂ 4 + log₂ 5 = 2 + 2,32 = 4,32 bit, lebih banyak dari 3,70 bit untuk 12 sekaligus. Grouping gak membuat keputusan lebih cepat menurut rumusnya. Yang dia lakukan:
- Tiap langkah cuma 3 atau 4 hal, pas dengan memori kerja, jadi gak ada yang harus diingat sambil membaca yang lain.
- Orang bisa melompati kelompok yang gak relevan. Tamu yang gak mau sarapan gak perlu membaca 6 paket bersarapan.
Cara yang lebih ringan lagi adalah progressive disclosure: tampilkan dulu yang dibutuhkan semua orang, dan simpan sisanya di balik satu langkah untuk yang membutuhkannya (Jakob Nielsen, 2006). Di halaman Bu Sri, 12 paket gak perlu ada sama sekali:
<fieldset class="rooms">
<legend>Pilih kamar</legend>
<label><input type="radio" name="kamar" value="teras" checked> Kamar Teras · Rp 350.000</label>
<label><input type="radio" name="kamar" value="loteng"> Kamar Loteng · Rp 275.000</label>
<label><input type="radio" name="kamar" value="kebun"> Kamar Kebun · Rp 425.000</label>
</fieldset>
<details class="extras">
<summary>Tambahan (opsional)</summary>
<label><input type="checkbox" name="sarapan"> Sarapan · Rp 25.000 per tamu per malam</label>
</details>
- Tamu cuma membaca 3 kamar. Harganya ikut di label, jadi gak ada yang perlu diingat.
checkeddi Kamar Teras adalah default; Hyman: pilihan yang paling mungkin dipilih jadi paling murah diputuskan.<details>menyembunyikan tambahan sampai<summary>-nya ditekan. Kebanyakan tamu gak membukanya; yang mau sarapan cukup sekali centang. Untuk 2 tamu dan 2 malam, sarapan menambah 2 × 2 × Rp 25.000 = Rp 100.000.
⚠️ Jebakan yang sering ketemu
- Membaca Hick's Law sebagai garis lurus. Pilihan dua kali lipat gak membuat waktu dua kali lipat. Kalau mau memangkas, pangkas karena beban membacanya, bukan karena rumusnya.
- Membuang pilihan yang dibutuhkan. Lebih sedikit gak selalu lebih baik. Tamu dengan 4 orang tetap butuh Kamar Kebun.
- Menyembunyikan yang penting. Total harga dan "Gratis batal sampai 3 hari sebelum check-in." jangan masuk
<details>; itu dibaca semua orang saat memutuskan. - Memecah jadi banyak langkah tanpa alasan. Tiap langkah menambah satu keputusan dan satu kali menunggu.
TL;DR: Cognitive load adalah kerja otak untuk memakai halaman; memori kerja cuma sekitar 4 potong informasi (Cowan 2001). Hick's Law (Hick 1952, Hyman 1953): waktu memutuskan bertambah seiring jumlah pilihan, T = a + b · log₂(n + 1), dengan a dan b diukur, bukan ditebak. 3 kamar = 2 bit, 12 paket = 3,70 bit (sekitar 1,85 kali, bukan 4 kali), 24 = 4,64 bit. Saat pilihan harus dibaca dulu, membaca dan membandingkan biasanya lebih mahal dari bagian keputusannya. Grouping (2 + 2,32 = 4,32 bit) gak lebih cepat menurut rumus, tapi menjaga tiap langkah kecil dan bisa dilompati. Progressive disclosure: tampilkan yang dibutuhkan semua orang, sembunyikan sisanya di balik satu langkah (<details>), dan beri default yang paling sering dipilih.