Borders vs Spacing — Kapan Pakai Apa?
Ada 2 cara memisahkan elemen: garis (border/divider) dan ruang kosong (spacing). Mengetahui kapan pakai mana membuat desain lebih clean.
Spacing First, Border Last
Prinsip utama: coba pisahkan dengan spacing/whitespace dulu. Jika masih tidak cukup jelas, baru gunakan border.
/* ❌ Terlalu banyak border */
.item { border-bottom: 1px solid #000; padding: 8px; }
/* ✅ Spacing cukup sebagai pemisah */
.item { padding: 16px 0; }
/* ✅ Border halus ketika memang perlu */
.item { padding: 16px 0; border-bottom: 1px solid #F3F4F6; }
Jenis Divider
- Full-width divider — memisahkan section besar
- Inset divider — tidak sampai tepi (indented), lebih halus
- Middle divider — hanya di tengah, sering di navigation
Warna Border
Jangan gunakan border hitam penuh — terlalu harsh:
/* ❌ Terlalu kontras */
border: 1px solid #000000;
/* ✅ Subtle */
border: 1px solid #E5E7EB; /* Light mode */
border: 1px solid #374151; /* Dark mode */
Kapan Menggunakan Border
- Input fields — user harus tahu batas area input
- Table cells — memisahkan data
- Card boundaries — jika background card sama dengan page background
- Navigation sections — memisahkan group menu
Kapan TIDAK Menggunakan Border
- Antar cards — spacing sudah cukup jika card punya background berbeda
- Antar section — gunakan whitespace besar
- Semua list item — pertimbangkan spacing saja
Apple dan Stripe sangat minimal dengan border — mereka lebih mengandalkan spacing dan subtle background differences.