CSS Selector — CSS

Coba bayangin kamu ngirim 1000 undangan kawinan. Mau dibedain warna amplop per kategori tamu: keluarga warna merah, teman kantor biru, tetangga RT hijau. Kamu…

Selector adalah bagian aturan CSS yang menunjuk elemen mana yang mau diatur. Tanpa selector, browser gak tahu gayanya buat siapa. Ada tiga selector dasar: lewat nama tag, lewat class, dan lewat id.

🧪 Tebakan cepat: selector #header memilih tag <header> atau elemen lain? Tebak dulu, jawabannya ada di bagian "Tag, class, dan id".

Aturan yang memilih semua paragraf

<h2>Menu Warung Bu Tini</h2>
<p class="promo">Nasi goreng</p>
<p id="spesial">Sate ayam</p>
<p class="promo">Es teh manis</p>
<div class="promo">Gratis kerupuk tiap Jumat</div>

<style>
  p {
    color: red;
  }
</style>

Hasilnya, Nasi goreng, Sate ayam, dan Es teh manis jadi merah. Judul dan <div> tetap hitam, karena tag-nya bukan p.

Aturan seperti ini ditulis di dalam tag <style>. Atribut style="..." di sebuah tag gak pakai selector, karena dia cuma nempel ke tag itu sendiri. Jadi kalau mau memilih elemen lewat selector, tulis aturannya di <style>.

Tag, class, dan id

Titik dan pagar cuma ditulis di CSS. Di HTML tetap class="promo" dan id="spesial", tanpa simbol.

Jawaban tebakan: #header memilih elemen dengan id="header", bukan tag <header>. Buat tag <header>, tulis header tanpa pagar.

⚠️ Jebakan yang sering ketemu

💡 Kalau bentrok, yang lebih khusus menang. Satu elemen bisa kena aturan tag, class, dan id sekaligus. Kalau warnanya beda, id menang dari class, dan class menang dari tag. Detailnya ada di pelajaran Specificity.

TL;DR: Selector menunjuk elemen yang mau diatur, dan aturannya ditulis di <style>: selector { properti: nilai; }. Nama tag (p) memilih semua tag itu, titik (.promo) memilih semua elemen dengan class itu, pagar (#spesial) memilih satu elemen dengan id itu. Simbolnya cuma di CSS, bukan di HTML.

Yang akan kamu pelajari