Apa itu SolidJS? — SolidJS

Pernah debug React app yang re-render terus padahal cuma 1 nilai berubah? Atau lihat ekor list panjang yang lag pas data update? Itu masalah klasik virtual DOM

Pernah debug React app yang re-render terus padahal cuma 1 nilai berubah? Atau lihat ekor list panjang yang lag pas data update? Itu masalah klasik virtual DOM — React harus diff full tree tiap render. SolidJS ngasih jawaban radikal: gak ada virtual DOM, gak ada re-render komponen. Kode JSX-nya mirip React, tapi compiler-nya nge-track persis nilai mana yang berubah dan update DOM langsung di titik itu — fine-grained reactivity. Hasilnya: performa mendekati vanilla JS, bundle 7KB (vs React ~45KB), benchmark sering nomor 1.

💡 "React without the bloat" — banyak developer React senior yang switch ke Solid karena familiar syntax tapi performa jauh lebih bagus. Bukan tren mainstream (kalah popularity dari React/Vue), tapi growing rapidly. Ryan Carniato (kreator) mantan dev Marko, bikin Solid 2019 untuk solve masalah scalability React.

Kenapa Solid?

Komponen Pertama

function App() {
  return <h1>Halo Solid!</h1>
}

Kode terlihat seperti React, tapi di balik layar sangat berbeda. Komponen Solid hanya dieksekusi sekali — tidak ada re-render.

🎭 Analogi sehari-hari

React = renovate seluruh ruangan tiap kali ganti satu lampu — virtual DOM diff seluruh tree, lalu DOM update yang berubah. Banyak overhead. Solid = ganti lampu langsung ke fitting-nya. Compiler nge-track persis state mana ke DOM mana, update langsung tanpa diffing. Hasilnya: lebih efisien, lebih cepat.

⚠️ Jebakan yang sering ditemui

TL;DR: SolidJS = library UI dengan fine-grained reactivity. JSX mirip React tapi gak ada virtual DOM, komponen jalan sekali, update DOM langsung. Performa mendekati vanilla JS, bundle 7KB. Ryan Carniato 2019. Bagus untuk performance-critical app. Trade: ekosistem kecil, job market terbatas. "React without the bloat".

Yang akan kamu pelajari