Latihan 1 dari materi Font Loading Strategies di Performance — praktek dengan editor kode interaktif, test case otomatis, dan hint terpandu. Langsung jalan di browser.
Halaman blog di kode awal sudah punya <title>Blog Post</title> dan <h1>Hello World</h1>, biarkan begitu. Ganti komentar TODO di dalam <head> dengan tiga hal ini, berurutan:
Tepat di bawahnya, sebuah <style> berisi @font-face untuk "Inter" dengan src: url("/fonts/inter.woff2") format("woff2"); dan font-display: swap;. font-display harus di dalam blok @font-face itu, bukan di body.
Di <style> yang sama, beri bodyfont-family: "Inter", system-ui, sans-serif; supaya ada cadangan font bawaan sistem.
Yang dinilai: ada <link rel="preload" as="font"> yang punya atribut crossorigin, ada @font-face yang di dalamnya font-display: swap, ada deklarasi font-family yang menyebut system-ui, preload-nya menyebut type="font/woff2", dan path /fonts/inter.woff2 ditulis sama persis di href preload dan di url() di @font-face sesudahnya. Komentar gak ikut dibaca, jadi tulis semuanya sebagai kode sungguhan.
Hint
Ada tiga bagian: file font di-download lebih awal, font-nya didaftarkan dengan perilaku yang gak menyembunyikan teks, lalu body memakainya dengan font cadangan.
Strukturnya: <link rel="preload" href="..." as="font" type="font/woff2" crossorigin>, lalu <style> berisi @font-face { font-family; src; font-display: swap; } dan body { font-family: "Inter", system-ui, sans-serif; }.