Landscape Mobile Dev — Mobile

Pernah liat aplikasi Tokopedia, Gojek, Tiktok di HP kamu — terus pengen bisa bikin yang mirip? Dulu = harus belajar Swift (iOS) + Kotlin (Android) = 2 bahasa…

Mobile development adalah proses membuat aplikasi yang jalan di perangkat mobile, yaitu smartphone dan tablet. Aplikasinya dipasang di HP (biasanya dari App Store atau Play Store), punya ikon sendiri, dan bisa memakai kamera, notifikasi, dan penyimpanan HP. Di track ini kita membuat aplikasi pelanggan Laundry Bu Rini: daftar pesanan, detail tiap order, lalu nanti notifikasi "Siap diambil", mode offline, scan nota dengan kamera, dan link yang langsung membuka satu order. Bayangin Bu Rini mau memasang papan status yang sama di dua kota yang aturan papannya beda, sebut saja kota iOS dan kota Android. Dia bisa menyewa tukang lokal di tiap kota, mengirim satu desain ke tukang lokal yang mengecat dengan cat setempat, membawa cat dan cetakan sendiri supaya hasilnya identik di mana pun, atau mencetak poster lalu menempelnya di bingkai. Empat cara itu adalah empat pendekatan mobile development.

🧪 Tebakan cepat: Aplikasi Laundry Bu Rini bisa dibuat dengan React Native atau dengan Capacitor, dua-duanya ditulis pakai JavaScript. Di salah satunya, baris "#12 Pak Darto" di layar adalah elemen HTML. Yang mana? Jawabannya ada di bagian "Siapa yang menggambar layar".

Dua platform yang kamu targetkan

Hampir semua HP di dunia menjalankan salah satu dari dua sistem operasi:

Platform Pembuat Indonesia Dunia
Android Google 79,16% 69,17%
iOS Apple 20,79% 30,81%

Angkanya dari StatCounter, September 2026. StatCounter menghitung page view dari browser HP, bukan jumlah HP yang terjual, jadi anggap ini gambaran kasar, dan selalu sebut sumber dan bulannya kalau mengutip angka seperti ini.

Jadi untuk aplikasi Bu Rini, targetnya dua: Android dan iOS.

Siapa yang menggambar layar

Semua pendekatan bisa menampilkan baris order yang sama. Bedanya ada di bahasa yang kamu tulis dan siapa yang menggambar baris itu di layar HP. Versi di tabel ini dicek di situs resminya pada Oktober 2026.

Pendekatan Ditulis dengan Baris #12 di kodenya Yang menggambar layar Versi terbaru
Native iOS Swift + SwiftUI Text("#12 Pak Darto") view bawaan iOS Swift 6.4, lewat Xcode 27
Native Android Kotlin + Jetpack Compose Text("#12 Pak Darto") toolkit UI Android Kotlin 2.4.21, Compose BOM 2026.09.00
React Native JavaScript/TypeScript + React <Text>#12 Pak Darto</Text> view native iOS dan Android React Native 0.87
Flutter Dart Text('#12 Pak Darto') engine Flutter sendiri (Impeller), piksel demi piksel Flutter 3.47.7, Dart 3.13
Kotlin Multiplatform Kotlin logika dibagi, UI bisa native per platform UI native, atau Compose Multiplatform yang menggambar sendiri Compose Multiplatform 1.12.1
Capacitor HTML, CSS, JS <li>#12 Pak Darto</li> WebView, browser kecil di dalam aplikasi Capacitor 8.5.3
PWA HTML, CSS, JS <li>#12 Pak Darto</li> browser HP itu sendiri standar web, tanpa versi

Jadi di Capacitor, baris "#12 Pak Darto" adalah elemen <li> di dalam WebView. Di React Native, dia view native. Itu jawaban tebakannya: dua-duanya JavaScript, tapi cuma Capacitor yang isinya halaman web.

Bekal web developer

Kalau kamu sudah bisa HTML, CSS, JavaScript, dan React, sebagian besar ilmumu langsung terpakai di React Native:

Karena itu track ini memakai React Native, lewat Expo. Di pelajaran berikutnya kita bandingkan pendekatan-pendekatan ini dengan kebutuhan nyata aplikasi Bu Rini.

⚠️ Jebakan yang sering ketemu

TL;DR: Mobile development adalah proses membuat aplikasi yang jalan di smartphone dan tablet. Platform utamanya dua: Android dan iOS (StatCounter, September 2026: Indonesia 79,16% Android, 20,79% iOS). Windows Phone sudah dihentikan sejak 2019, HarmonyOS NEXT berdiri sendiri dan dipakai terutama di China. Native (Swift + SwiftUI, Kotlin + Jetpack Compose) berarti dua kode yang digambar platformnya sendiri. React Native memakai satu kode JavaScript yang jadi view native, Flutter menggambar pikselnya sendiri, Kotlin Multiplatform berbagi logika. Capacitor dan PWA menjalankan halaman web, di WebView atau di browser. Web developer paling cepat masuk lewat React Native atau Capacitor.

Yang akan kamu pelajari