Array Methods — JavaScript

Coba kasih kerjaan ke 100 karyawan: "tiap orang ambil 1 produk, kasih harga diskon 20%". Pendekatan lawas: loop manual for, hitung satu-satu. Pendekatan modern:

Coba kasih kerjaan ke 100 karyawan: "tiap orang ambil 1 produk, kasih harga diskon 20%". Pendekatan lawas: loop manual for, hitung satu-satu. Pendekatan modern: produk.map(p => p * 0.8) — satu baris, selesai. Itu kekuatan array methods: map (transform tiap elemen), filter (saring sesuai kondisi), reduce (hitung total dari banyak elemen), dan banyak lagi. Modern JavaScript dipenuhi method ini — kuasai = naik level dari beginner ke intermediate.

🤔 Functional programming peek. Method-method ini diadopsi dari functional programming yang berusia 60+ tahun. Pattern: alih-alih nyuruh komputer "gimana caranya" (loop manual), kamu deklarasiin "apa yang kamu mau" (transform/filter). Lebih ringkas, lebih readable, lebih sedikit bug.

const angka = [1, 2, 3, 4, 5];
const genap = angka.filter(n => n % 2 === 0); // [2, 4]
const kaliDua = angka.map(n => n * 2); // [2, 4, 6, 8, 10]
const total = angka.reduce((acc, n) => acc + n, 0); // 15

🎭 Analogi sehari-hari

Array methods = chef line di restoran:

Setiap chef terima satu bahan, kerjakan tugasnya, kasih ke chef berikutnya. Hasilnya array baru — bahan asli tidak disentuh.

⚠️ Jebakan yang sering ditemui

TL;DR: Array methods = jantung modern JavaScript. map transform tiap elemen (return array baru, jumlah sama). filter saring (jumlah ≤ asli). find ambil yang pertama match. reduce banyak → satu nilai (butuh initial value!). forEach loop tanpa return (gak chainable). sort() MUTATE + sort sebagai STRING default — wajib pakai compare (a, b) => a - b. Lupa return di multi-line callback = undefined bug.

Yang akan kamu pelajari