Pas baca buku pelajaran, mata kamu otomatis nge-zoom ke kata yang tebal, miring, atau di-highlight kuning. Penulis sengaja kasih penanda visual itu biar kamu tau "nih bagian penting, jangan skip." HTML kasih tag-tag kecil buat itu — <strong> buat penting beneran, <em> buat penekanan, <mark> buat highlight, <del> buat coret yang udah outdated.
💡 Style vs Makna.
<b>(bold) cuma bikin tulisan tebal — visual saja.<strong>juga bikin tebal, tapi screen reader bakal "nge-stress" kata itu pas dibaca buat user tunanetra. Sama tampilannya, beda makna. Pilih yang sesuai intent.
Sintaks Tag Format Teks
Bungkus teks dengan tag formatting yang sesuai. Contoh italic:
<i> Teks ini italic/miring </i>
Daftar Tag Format Teks
<b>menebalkan teks (bold)<u>menggarisbawahi teks (underline)<mark>meng-highlight teks<del>mencoret teks<sup>menjadikan teks superskrip<sub>menjadikan teks subskrip
🎭 Analogi sehari-hari
Text formatting = spidol berwarna di buku catatan. Highlighter kuning untuk yang penting (<mark>), tebal untuk poin utama (<strong>), garis bawah untuk istilah baru. Pembaca scan cepat lewat penanda visual ini.
⚠️ Jebakan yang sering ditemui
<b>vs<strong>— visual sama (tebal), tapi<strong>punya makna penting. Screen reader bedakan. Untuk konten penting pakai<strong>.<i>vs<em>— sama:<em>punya emphasis semantic. Pakai<em>untuk penekanan suara.<u>underline = kepalsuan link — user kira bisa diklik. Hindari, atau settext-decoration: nonelalu pakai border bawah.<font>,<center>,<big>deprecated — pakai CSS sebagai gantinya.
TL;DR: Text formatting tags = penanda visual + makna. <strong> (penting, screen reader stress) > <b> (cuma tebal visual). <em> (penekanan) > <i> (cuma miring visual). Lainnya: <mark> highlight, <del> coret, <sup> superscript, <sub> subscript. Pilih tag berdasar makna, bukan tampilan. Jangan pakai <u> (kelihatan kayak link).