Web Dev to Data Engineer Transition — Data Engineering

Dari Web Developer ke Data Engineer Banyak data engineer berasal dari latar belakang web development. Skill yang sudah kamu miliki sangat relevan — transisi…

Pindah dari web developer ke data engineer artinya pindah dari membangun aplikasi yang melayani pengguna satu per satu, ke membangun jalur yang memindahkan, membersihkan, dan menyusun data dalam jumlah besar. Banyak bekalmu tetap terpakai; ritme kerjanya yang berubah. Bayangin koki restoran yang pindah ke dapur pusat (central kitchen). Pisau, resep, dan kebersihan dapurnya sama. Bedanya, di restoran dia memasak per pesanan dan langsung tahu kalau pelanggan protes. Di dapur pusat dia menyiapkan bahan untuk semua cabang tiap malam, dan sambal yang keasinan baru ketahuan besok siang di sepuluh cabang sekaligus. Pelajaran terakhir track ini memetakan bekalmu, rencana tiga bulan, dan proyek yang bisa kamu tunjukkan.

🧪 Tebakan cepat: Di web, checkout yang rusak langsung ketahuan: pembeli melihat error 500. Di pipeline, load malam Toko Buku tanpa sengaja jalan dua kali dengan INSERT biasa. Siapa yang tahu duluan? Tebak dulu, jawabannya ada di bagian "Mindset: request vs pipeline".

Peta skill: yang sudah kamu punya

Skill web yang paling langsung terpakai adalah SQL, integrasi API, Git, dan paham JSON/REST. Peta dari skill web ke pelajaran di track ini:

Skill web Jadi apa di data engineering Pelajarannya
SQL (CRUD, JOIN) window function, CTE, agregasi besar, model dimensi SQL untuk Data Engineering, Data Warehouse Concepts, Data Modeling (Star Schema), dbt (Data Build Tool)
API dan JSON extract dari API, file JSON Lines ETL vs ELT, Data Formats (CSV, Parquet, JSON Lines), Data Pipeline dengan Python
Queue dan job (misalnya queue Laravel) event, retry, at-least-once, consumer idempoten Kafka for Data Pipelines, CDC (Change Data Capture), Streaming vs Batch Processing, Real-time Analytics Pipeline
Git dan review PR model dbt dan DAG di repo, di-review sebelum masuk dbt (Data Build Tool), Orchestration at Scale
Testing tes data: unique, not_null, rentang nilai Data Quality & Validation, dbt (Data Build Tool)
Docker menjalankan Airflow, Kafka, dan database di laptop Apache Airflow Basics, Kafka for Data Pipelines

Dihitung dari 20 pelajaran track ini, SQL jadi dasar di 10 pelajaran, queue dan job di 6, API di 4. Pengalaman membuat job queue Laravel yang di-retry juga langsung kepakai: baris dobel item 9 di Toko Buku lahir dari job seperti itu.

Yang benar-benar baru

Mindset: request vs pipeline

Perbedaan paling mendasar: web developer fokus pada request dan response yang dilayani untuk pengguna, data engineer fokus pada perpindahan dan transformasi data, batch atau stream.

Web developer Data engineer
Satu unit kerja satu request, beberapa baris satu run, ribuan sampai jutaan baris
Kalau gagal error 500, langsung kelihatan sering sukses, tapi angkanya salah diam-diam
Yang dites kode kode dan datanya
Dijalankan ulang jarang biasa: retry, backfill, jadi harus idempoten
Waktu sekarang data interval: run 2 Oktober memuat 1 Oktober
Pemakai pembeli analis, pemilik bisnis, tim lain

Load yang jalan dua kali gak error; dia sukses dua kali, dan angkanya dobel diam-diam. Gak ada yang tahu sampai angka laporan terasa aneh. Itu jawaban tebakannya. Makanya pelajaran-pelajaran sebelumnya terus kembali ke load yang idempoten, cek jumlah baris, tes data, dan cek kesegaran.

Rencana 3 bulan

Dua belas minggu, satu atau dua pelajaran per minggu, tiap pelajaran dikerjakan sampai Lab-nya dan dicoba di laptop:

Minggu Pelajaran
1 Apa itu Data Engineering?, ETL vs ELT
2 Data Formats (CSV, Parquet, JSON Lines), Pandas & Data Manipulation
3 SQL untuk Data Engineering
4 Data Warehouse Concepts, BigQuery / DuckDB
5 Data Pipeline dengan Python
6 Apache Airflow Basics
7 Data Modeling (Star Schema), Data Quality & Validation
8 dbt (Data Build Tool)
9 Streaming vs Batch Processing, CDC (Change Data Capture)
10 Kafka for Data Pipelines, Data Lake Architecture
11 Real-time Analytics Pipeline, Data Governance & Lineage, Orchestration at Scale
12 Web Dev to Data Engineer Transition, lalu proyek portofolio

Kalau SQL-mu sudah kuat, minggu 3 dan 4 bisa dipadatkan jadi satu. Kalau belum pernah Python, beri minggu 2 dua minggu sendiri.

Proyek portofolio dari Toko Buku

Proyek yang paling meyakinkan adalah pipeline yang menjawab satu pertanyaan bisnis dari data yang kotor. Kamu sudah punya bahannya: "buku apa paling laku per kota per minggu?". Jalur minimalnya, dijalankan di SQLite di Lab:

Langkah Hasil Pelajaran
Extract dan load raw_order_lines 19 baris, 23 buku, Rp 3.319.000 ETL vs ELT, Data Pipeline dengan Python
Cek kualitas unique 1, not_null kota 2, rentang harga 1 Data Quality & Validation
Transform penjualan 18 baris, 21 buku, Rp 2.214.000 SQL untuk Data Engineering, dbt (Data Build Tool)
Mart laris_mingguan 9 baris Data Modeling (Star Schema), dbt (Data Build Tool)

Versi yang lebih lengkap: proyek dbt dari pelajaran dbt di atas DuckDB, dijadwalkan DAG Airflow atau aset Dagster, dengan cek freshness dan lineage dari dbt docs. README-nya menjawab lima hal: pertanyaannya, gambar jalurnya, masalah data yang ditemukan dan cara menanganinya (tiga baris kotor itu), cara menjalankannya dalam satu perintah (misalnya docker compose up), dan apa yang akan kamu ubah kalau datanya seribu kali lebih besar.

Jabatan di Indonesia

Iklan lowongan di Indonesia memakai judul-judul ini, sering dalam bahasa Inggris:

Isi pekerjaannya sering bertumpuk; baca daftar tugasnya, bukan cuma judulnya. Pelajaran ini sengaja gak mencantumkan angka gaji: angka yang beredar berbeda jauh antar sumber, kota, dan tahun. Kalau butuh, pakai survei gaji yang menyebut nama penerbit, tahun, dan jumlah respondennya.

⚠️ Jebakan yang sering ketemu

TL;DR: Skill web yang paling langsung terpakai: SQL, integrasi API, Git, dan JSON/REST; SQL jadi dasar di 10 dari 20 pelajaran track ini, queue dan job di 6. Yang baru: pandas, penyimpanan per kolom dan Parquet, model dimensi, partisi, event time dan watermark, tata kelola. Mindset bergeser dari request dan response untuk pengguna ke perpindahan dan transformasi data, batch atau stream: load yang jalan dua kali gak error, cuma salah diam-diam, jadi semuanya harus idempoten dan dites. Rencana 12 minggu mengikuti urutan track, dari Apa itu Data Engineering? sampai Orchestration at Scale, lalu proyek portofolio: pipeline Toko Buku dari 19 baris mentah, cek yang menangkap 3 baris kotor, 18 baris bersih, sampai laris_mingguan 9 baris, dengan README yang menjelaskan masalah dan cara menjalankannya. Judul jabatannya Data Engineer, Analytics Engineer, Big Data Engineer, Data Platform Engineer; angka gaji cuma dari survei yang menyebut sumber dan tahunnya.

Yang akan kamu pelajari