Machine Learning untuk Web Developer
Kamu tidak perlu jadi ML engineer, tapi memahami konsep dasar membantu memilih solusi yang tepat.
Tipe Machine Learning
- Supervised Learning — Belajar dari data berlabel. Input → Output. Contoh: klasifikasi spam, prediksi harga.
- Unsupervised Learning — Menemukan pola tanpa label. Contoh: clustering user, anomaly detection.
- Reinforcement Learning — Belajar dari reward/punishment. Contoh: game AI, robotics.
Generative AI
Subset ML yang menghasilkan konten baru (teks, gambar, audio, kode). LLM termasuk di sini.
// Simplified: bagaimana LLM bekerja
Input: "Ibukota Indonesia adalah"
Model memprediksi token berikutnya: "Jakarta"
// Berulang sampai selesai
Konsep Penting
- Training — Proses model belajar dari data (tidak kamu lakukan saat pakai API)
- Inference — Model menjawab pertanyaan (ini yang kamu lakukan via API)
- Fine-tuning — Adaptasi model pre-trained dengan data spesifik
- Temperature — Kontrol kreativitas: 0 = deterministik, 1 = kreatif
- Context window — Berapa banyak teks yang bisa diproses sekaligus (4K – 1M tokens)
Yang Perlu Web Developer Tahu
- Kamu tidak perlu training model
- Kamu perlu memahami cara prompt yang efektif
- Kamu perlu memahami limitasi (hallucination, bias, cost)
- Kamu perlu membangun UI/UX yang baik di atas AI API